Street Photography Interview Series: #10 Brendan O. Se (@brendan.o.se)

Dua kali dalam satu bulan, setiap hari kamisnya Maklum Foto selalu menghadirkan interview dengan beberapa Street Photographer berpengaruh di Indonesia. Kali ini, kita masuk ke level yang berbeda, atau lebih tepatnya daerah yang berbeda. Melalui kemudahan bernama internet, kita bisa menghemat biaya dan waktu untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain diluar sana. Dan kali ini, tamu seri wawancara kita adalah seorang Mobile Photographer dari Cork, Irlandia. Dia juga sudah pernah datang ke Indonesia beberapa saat yang lalu. Selamat datang Brendan O. Se (@brendan.o.se) di Street Interview Series bersama Maklum Foto.

Hasil interview dengan Brendan sudah kami translate ke dalam Bahasa Indonesia.

All photos in this article copyrighted by Brendan O. Se (@brendan.o.se)
================================================

MF: Perkenalkan diri anda dan bagaimana pandangan anda tentang fotografi?

Brendan: Nama saya Brendan Ó Sé dan saya berasal dari Cork, kota kedua di Republik Irlandia. Irlandia adalah sebuah pulau kecil di lepas pantai Eropa Barat, tepat di sebelah tetangga besar kami, Inggris.

Saya berasal dari keluarga penulis kreatif, musisi, sutradara teater. Bagi saya, fotografi adalah cara saya mengekspresikan diri secara kreatif. Faktanya, saya mulai memotret secara teratur sekitar tahun 2012. Saya punya iPhone 4 dan kameranya cukup bagus. Saya mulai memotret saat liburan atau acara-acara khusus, yang mana pada waktu tersebut, saya selalu memegang kamera. Ini artinya saya sudah mulai melihat dan berpikir secara fotografis, dan saya merasa harus memotret lebih banyak lagi. Hasilnya, sekarang perkembangan saya ada di tahap yang bagus dan saya mencintai semua proses dalam fotografi.

MF: Mengapa anda memilih untuk serius di street photography?

Brendan: Saya selalu memotret subyek manusia dimanapun dan tidak terlalu memikirkan genre street photography. Rasanya, saya aktif di street photography ketika saya menyadari potensi kamera iPhone untuk fotografi di tahun 2012, ketika saya pergi ke beberapa kawasan di Asia. Saya mulai mempelajari street photography di Flickr, menggunakannya sebagai inspirasi, dan juga mempraktekkannya sendiri.

copenhagen-october-2014
Copenhagen. October, 2014Copenhagen. October, 2014

Street Photography memungkinkan saya untuk belajar sekaligus berkarya. Street Photography memberi saya kegembiraan dan juga konsentrasi yang tidak saya temui dalam hal lain. Ketika saya berada di jalanan dan saya mulai mengatur kamera dan komposisi dengan matang. Kemudian dalam beberapa kesempatan, ada beberapa kejadian tak diduga tejadi, hal ini membuat saya kaget. Sayangnya, hal tersebut tidak terlalu sering terjadi.

Di sisi lain, street photography adalah bentuk seni yang indah; khususnya candid, karena dapat menangkap spontanitas dari jiwa manusia, sangat terlihat ketika diamati dengan dalam. Saya menghabiskan banyak waktu melihat hasil karya street photography dan saya benar-benar menikmatinya.

Pada saat ini, saya lebih banyak mengerjakan proses editing dan pengelompokkan foto yang telah saya potret selama beberapa bulan terakhir di Asia. Saya menikmati proses ini, tetapi saya jauh lebih senang ketika berada di jalanan dan memotret aktifitas disana.

tokyo-april-2016
Tokyo, April 2016

MF: Hasil karya Anda banyak blur dan menggunakan speed yang lambat, apakah Anda memiliki alasan mengapa Anda suka gaya foto seperti itu?

Brendan: Saya tidak memotret dengan kecepatan rana lambat, hanya defocus.

Foto blur adalah gaya yang sering saya coba. Hal ini memungkinkan saya untuk melihat secara berbeda. Sangat kontras dengan situasi di jalanan yang berubah secara tiba-tiba dan mengharuskan saya sebagai fotografer untuk bereaksi dengan cepat. Ketika saya memotret situasi seperti itu, saya tidak (sempat) melakukan fokus ulang, saya punya ide yang sangat kreatif untuk membuat visualnya lebih daripada kenyataannya. Hal ini memungkinkan saya punya kontrol lebih dalam menghasilkan karya.

MF: Mengapa Anda lebih suka menggunakan iPhone untuk mengambil foto, sementara teknologi pada DSLR yang lebih maju?

Brendan: Pertanyaan bagus. Selama musim panas saya membawa empat kamera: Nikon D7000, Fuji X100T, Sony Xperia Z5 dan iPhone. Yang saya sukai? Tanpa ragu-ragu saya memilih iPhone. Dan untuk begitu banyak alasan, kamera ini sempurna di tangan saya dan juga memungkinkan saya untuk memotret dengan satu tangan. Ini pilihan yang bijaksana dan saya bisa cukup dekat dengan subyek. Auto fokus nya cepat, jauh lebih cepat daripada FujiX100T.

Sementara teknologi pada DSLR jauh lebih maju, sekarang keadaannya lucu karena saya melihat mereka (DSLR) mencoba untuk meniru teknologi smartphone dengan layar sentuh, dan masih banyak lagi kelucuan lainnya.

Apa yang saya sukai tentang iPhone adalah saya bisa melakukan segala sesuatu dengan itu – semua proses fotografi – shooting – editing (Snapseed) dan juga berbagi ke berbagai platform.

MF: Siapa tokoh inspirasi Anda?

Brendan: Para fotografer yang menginspirasi saya adalah fotografer-fotografer yang berinteraksi dengan saya setiap hari di media sosial. Ada sekitar 10 sampai 15 fotografer dari seluruh dunia yang karyanya menginspirasi dan membuat saya kagum. Beberapa diantaranya adalah:

https://www.instagram.com/albionsamson/ Albion Harrison-Naish

https://www.instagram.com/sermoon/ Serap Gunay

Sheldon Serkin – https://www.instagram.com/shelserkin/

Thomas Toft – https://www.instagram.com/toft76/

shanghai-august-2016
Shanghai. August 2016

tokyo-april-2016
Tokyo, April, 2016

MF: Apakah Anda memiliki buku favorit?

Brendan: Trent Parke – Minutes to Midnight. Saya suka buku ini. Buku ini adalah satu-satunya buku foto yang membuat saya kagum. Membaca tentang proses dan dedikasi Parke terhadap visinya, benar-benar inspiratif bagi saya.

MF: Apakah Anda memiliki tips untuk fotografer yang menggunakan smartphone sebagai kamera utama?

Brendan: Pepatah lama tentang fotografi: Kamera terbaik adalah yang Anda miliki. Begitu juga dengan smartphone. Anda selalu membawa smartphone, dan menggunakan fitur kamera nya juga. Hal ini memungkinkan Anda menangkap momen-momen yang mungkin telah hilang dan terlupakan. Dengan demikian, Anda sudah mulai melihat dan berpikir secara fotografis & visual.

Juga, lensa tetap bawaan smartphone (jangan menggunakan fitur zoom). Memungkinkan Anda untuk lebih mempertimbangkan soal komposisi.

Saran saya: Mulailah untuk ‘melihat’ dan memotret lagi. Carilah garis, bentuk, warna dan cahaya. Menemukan hal-hal yang abstrak dan menyusunnya menjadi sebuah gambar akan membantu melatih mata Anda untuk melihat secara fotografis.

MF: Dari beberapa penghargaan yang Anda dapatkan dalam fotografi, mana yang paling berkesan bagi Anda?

Brendan: Yang pertama adalah selalu yang paling istimewa, bukan? Ya, itu menurut saya. Memenangkan Mira Ponsel Prize pada tahun 2015 membuat saya menangis terharu. Saya memenangkan banyak penghargaan setelah itu tetapi perasaannya tidak sama seperti yang pertama.

varanasi-india-july-2016
Varanasi, India. July, 2016

MF: Setelah Anda mengunjungi Indonesia, Apa pendapat Anda tentang kemajuan street photography di Indonesia?

Brendan: Sebelum datang ke Indonesia, saya benar-benar stereotip tentang Indonesia, pantai yang indah dan juga Bali, yang sangat terkenal di Eropa. Bekerja dengan Monogram Asia kami menyelenggarakan kompetisi street photography di Instagram dan foto-foto dari Indonesia benar-benar membuat saya terkesan. Saya menyukai dinamisme jalanan yang mereka perlihatkan, cahaya dan warnanya juga bagus.

Saya bertemu dengan beberapa fotografer yang hadir di acara saya di Jakarta dan kemudian kami saling berkomunikasi di media sosial sejak itu, hal tersebut merupakan langkah yang bagus.

Sangatlah asik memotret di jalan-jalan di Jakarta. Ada banyak aktivitas di jalanan dan saya bertemu orang-orang yang ramah. Saya banyak memotret disana, tapi saya belum mengedit foto-foto di Jakarta. Karena antrian (editing) nya panjang sekali jadi belum akan digarap dalam waktu dekat, saya berencana membuat foto seri untuk foto-foto yang saya ambil di Jakarta.

MF: Apakah Anda memiliki saran untuk memajukan street photography Indonesia?

Brendan: Tidak juga. Saya merasa semua hal berkembang secara alami. Yang bisa saya katakan, mungkin untuk street photography Indonesia dan para pelakunya adalah untuk berhubungan dengan negara-negara lain. Street Photography adalah cara yang indah bagi orang-orang untuk merasakan budaya yang berbeda lewat foto dan menyadari bahwa kita semua adalah satu; kita semua mengalami hal-hal yang hampir sama dalam hidup. Fotografi adalah bahasa universal dan dapat ditafsirkan dalam banyak cara yang positif.

MF: Terima kasih Brendan, sudah berbagi bersama MaklumFoto

Brendan: Sama-sama, terima kasih juga untuk kesempatan ini.

================================================

TENTANG NARASUMBER

30072546786_3af8f9297c_b

Brendan O. Se adalah pemenang banyak penghargaan untuk fine art photographer/ mobile photographer. Ia mengadakan workshop untuk mobile photography, bekerja sama dengan Cork’s Glucksman Gallery dan The Gallery of Photography di Dublin, dan didukung oleh Olloclip.
Lebih dekat dengan Brendan O. Se melalui brendanose.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s