Street Photography Interview Series: #21 Edas Wong (@edaswong)

Edas Wong
Edas Wong

Kreatifitas dan pemikiran mendalam untuk mengenal diri sendiri, sehingga akhirnya bisa memvisualisasikan hal unik dari keseharian, tentunya observasi berulang dibutuhkan sebagai proses pembelajaran, Edas Wong (@edaswong) menyajikan beragam hal dari realita kehidupan pada keseharian, dari humor bahkan visual yang sureal.

Silahkan perkenalkan diri anda

Saya Edas Wong, dari Hongkong, usia 48 tahun. Saya lulus dari UMIST’s (Manchester, Inggris). Di tahun 2005 hingga 2013, saya tinggal di Stockholm, Swedia dan bekerja sebagai insinyur di Departemen LITBANG pada sebuah perusahaan jaringan bergerak terkemuka. Sejak 2014 hingga saat ini, saya dan istri saya kembali pindah ke Hongkong, dimana saya tinggal dan bekerja.

Bisa ceritakan awal mulanya anda mengenal fotografi, dan kemudian mencintai street fotografi?

Saya mulai menggeluti fotografi sejak saya berkencan dengan pacar saya, (istri saya sekarang). Saya seringkali meminjam kamera analog dia untuk mengambil potret dia, namun, dia selalu mengeluhkan saya membuang roll filmnya oleh komposisi-komposisi yang aneh (saya tidak setuju) dan kemudian mengambil kameranya kembali. Ditahun 2002, ketika saya pada sebuah perjalanan bisnis dengan bos saya Tomas, dia menunjukkan pada saya kamera digital baru dia, yang dibeli di Akihabara. Akhirnya, saya memtuskan untuk memiliki kamera yang sama, sehingga istri saya tak lagi mengeluhkanku lagi. Sejak saat itu, saya mulai serius memotret, namun konsentrasi ke fotografi pemandangan. Pada tahun 2011, setelah melihat Henri Cartier-Bresson “Valencia, Spanyol 1933”, saya kemudian jatuh cinta dengan fotografi jalanan. Sejak saat itu saya mengembangkan hasrat yang tiada bosan untuk fotografi jalanan.

Siapakah yang menginspirasi anda dalam berkarya?

 

Saat saya memulai fotografi jalanan, saya banyak melihat foto dari fotografer di
Magnum. Boleh dikatakan, semua fotografer di Magnum telah menginspirasi saya.

Apa ketertarikan terbesar anda, ketika melakukan pengambilan gambar pada street photography?

Saya seorang tukang melamun dan menyukai imajinasi. Jalanan ibarat tempat bermain. Begitu banyak adegan sureal yang terjadi di sekitar kita. Yang saya butuhkan hanya “pergi keluar”, “berhenti memainkan telepon genggam pintarnya” dan “klik”. Lebih, sederhana. Terlebih lagi, saya menyukai perasaan selama melakukan fotografi jalanan – Kebebasan dan Kesendirian.

Edas Wong


Menurut kami, anda cukup cerdas dalam memadukan antara elemen visual dan momen, sehingga bisa memunculkan korelasi yang menggelitik dan unik, apakah ada alasan tersendiri sehigga anda tertarik untuk gaya pengambilan gambar seperti ini?

Tidak ada alasan khusus. Saya hanya mengambil gambar apa yang saya pikir atau bayangkan (saya selalu memiliki banyak khayalan aneh)

Di website anda tertulis tagline ‘Imagination is everything’, apakah ada filosofi tersendiri pada tagline ini?

Saya percaya, imajinasi bisa merubah dunia, baik itu seni, ilmu pengetahuan, politik dan lain lain. untuk seni, imajinasi kita dibatasi oleh apa yg kita pelajari, pengetahuan, pengalaman, akal; sehat, budaya, moral, dan lain lain. Untuk “membuat” sebuah foto yang kreatif, semua kendala itu harus dibuang jauh, untuk membentuk kembali dunia dengan caramu sendiri. Dengan demikian, saya bisa katakan : Kreatifitas = 1/pikiran (ketika pikiran kosong, maka kreatifitas akan tanpa batasan).

Edas Wong


Pada project Full of Hopeless, apakah pesan sesungguhnya yang ingin anda sampaikan?

Sesungguhnya, saya akan merubah nama projek nya menjadi “A Moment Of Solitary”. Sejak 2014 hingga sekarang, saya menghadapi masalah keluarga, dan juga sebuah penyakit “gangguan kecemasan berlebih” (anxiously disorders). Saya seringkali mencari tempat sunyi untuk beristirahat sejenak dan menghilangkan segala tekanan. Rangkaian foto-foto ini merekam bagaimana para penduduk Hongkong berjuang dengan segala tekanan dalam “A Moment Of Solitary”, seperti diriku.

Menurut anda, karya street photography yang bagus itu seperti apa?

Tidak ada definisi karya yang baik atau karya yang buruk. Bagi saya, sebuah foto yang baik bisa bersonansi (berkesan lebih dalam) didalam pemikiranmu dan bisa bertahan untuk waktu yang lama.


Bagaimana anda melihat perkembangan street photography di Hongkong saat ini?

Fotografi jalanan di Hongkong sangat populer, namun, kebanyakan penggemar fotografi jalanan di Hongkong masih bertahan dengan gaya “klasik” (bukan gaya “kontemporer”) dan hanya mengambil gambar apa yang mereka lihat. Saya mengharapkan lebih banyak foto dengan karakter mereka masing-masing.

Apakah anda punya pesan tersendiri untuk kemajuan street photography di Indonesia?

Saya tidak pernah jadi orang Indonesia. Namun, saya pikir lingkungan jalanan nya sama dengan Hong kong, padat, penuh warna, dan lain-lain. Ini bisa menjadi tempat yang bagus untuk fotografi jalanan. berkaitan dengan pendapat tentang perkembangan fotografi jalanan di Indonesia, saya hanya punya sedikit – sering mempromosikan fotografi jalanan melalui media yang berbeda-beda, seperti; sekolah dan kampus, internet, koran, pameran (tidak masalah besar/kecil), kontes, dan lain-lain.

Edas Wong

 

Edas Wong
Edas Wong

 

Edas Wong

Awards,

· Juror’s Pick, LensCulture Street Photography Awards 2016
· Second prize, X Prime (Leica X1/X2) Contest 2014
· Miami Street Photography Festival 2016, (1 photo)
· Brussels Street Photography Festival 2016, (2 photos)
· Miami Street Photography Festival 2015, (3 photos)
· “Under Construction” Street Photography Competition 2015, (1 photo)
· Nat Geo Awards (Hong Kong) 2014, (1 photo)

Portfolio Link
Website : http://www.edaswong.com/
Flickr : https://www.flickr.com/photos/edaswong/
Facebook : https://www.facebook.com/kinwingedas.wong

Advertisements

One thought on “Street Photography Interview Series: #21 Edas Wong (@edaswong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s